Jumat, 02 Agustus 2013

Sebuah kesedihan

Saat ku tulis kata-kata demi kata-kata ini
Aku mengerti seberapa bodohnya aku
Mengulangi setiap kesalahan bodohku
Mengulangi setiap tingkahlaku bodohku

Saat aku mencoba untuk bangkit dari perihnya luka ini
Aku terjatuh lagi
Aku melakukannya lagi
Melakukan tingkah dan kesalahan bodohku

Sejauh apapun aku mencoba, semua itu sia-sia
Aku memang tidak pernah pantas untuk siapapun
Aku memang tidak pernah seberguna dikatakan semua orang
Aku ini hanyalah Aku yang tidak bisa apa-apa

Jumat, 07 Juni 2013

Luka Perpisahan

Heii, malam...
Maaf baru Posting lagi, kemarin-kemarin agak sibuk.

Oh ya, hari ini tentang "Luka Perpisahan"
Hari ini, adalah hari yang membuat gua mengingat Luka Kehilangan seseorang. Cindy dan Riavelina mereka itu adik angkat gua. Tiba-tiba berantem, entah karena apa gua belum tahu apa penyebabnya. Tapi, gua sedih ngeliat mereka gitu. Jujur gua memang suka sama Ria, tapi itu gak mungkin, karena dia udah dket sama Cowo lain. Dan cukup Sedih juga denger itu, tapi gimana lagi?

Gua berharap mereka bisa kembali berteman dan bersahabat kembali. Dulu, gua punya temen baik, cowo dia. Bandel sih gak terlalu, Gak Bandel juga gak. Tapi dia itu orangnya seru, banyak pengalaman seru bareng dia. Tapi, dia harus pergi dari Dunia ini. Dan kepergiaannya itu membuat Shock :( Pergi tanpa bilang selamat tinggal. Itu hal yang perih.

Minggu, 21 April 2013

Memulai yang Namanya Awal

Hari ini gua memulai yang namanya awal dari semua kehidupan. Gua menanggapnya ini permulan kehidupan gua yang baru sebelum gua masuk ke dunia yang namanya Dunia Kuliah dan Kerja. Gua mulai menyadari dan merasa, kalo emang bener kalo cinta untuk sementara gak gua butuhin. Gua belajar buat melupakan apa yang namanya masa lalu, dan gua belajar untuk berhenti mencintai. Mungkin itu adalah awal'a. Mungkin sakit saat gua ngelakuin ini, tapi gua yakin Cinta itu 'gak akan pergi jauh dari gua.

Gua sempet belajr buat memulai hari-hari dengan baru dari sebuah film "Perahu Kertas". Melupakan yang namanya Cinta, melupakan apa yang namanya kesakitan. Gua berharap nanti dilembar kehidupan gua yang baru, gua bisa merasakan yang namanya bahagia sepenuhnya. Bukan bahagia karena terpaksa.